pemikiran ki hajar dewantoro
FILSAFAT PENDIDIKAN
selasa, 30 oktober 2018
Beberapa pemikiran K.H. Dewantoro
Dalam
pemikiran ki hajar dewantoro yang di muat di bukunya yaitu buku tentang
pemikiran K.H.Dewantoro didalam buku tersebut yang dipaparkan dan dijelaskan oleh
pak aniq dosen filsafat. mengenai pandangan berpikir mengenai ” tetep, antep , mantep” dan ngandel , kandel ,bandel dalam kata atau
makna tersebut sangat dalam jika dipahami dan dicermati dengan seksama .dalam
pikiran ( mind ). Kita juga perlui adanya keteguhan berpikir atau ketetapan
berpikir dan pikiran itu perasan dari akal. dan alat untuk memeras itu akal sedangkan objek yang ingin diperas
namanya pikiran
Adapun
cara mengelola pemikiran harus punya sudut pandang ,seseorang harus memiliki
pandangan yang cermat dalam berpandang atau melihat suatu sudut pandang.didalam
hati juga ada akal ( atau dalam pikiran yang di sebut ar – rhozi )
Kembali
lagi mengenai “tetep,antep,mantep “ yang
penjelasannya yaitu seseorang harus memiliki keteguhan berpikir,kualitas
berpikir,ketergantungan dalam berpikir.atau lebih jelasnya pikiran itu harus
tetep yang berarti fokus atau teguh ,antep yang artinya berisi atau berbobot
dan mantep yakin.
Dan
penjelasan selanjutnya yaitu mengenai “
ngandel ,kendel, dan bandel “.dalam penjelasan yang saya tangkap dari pak
aniq yaitu “ngandel’’ yaitu percaya akan memberikan pendirian yang tegak .sedangkan
“ kendel
dan bandel “ akan terbangun jika memiliki sifat “ngandel’’. Dalam
penjelasan tersebut kata ngandel yaitu suatu rasa percaya yang memiliki pendirian
dalam sesuatu jadi rasa pendirian yang kuat akan membangun atau memicu rasa
kendel dan bandel. Kenapa demikian ?
Dikarenakan
‘’ ngandel ,kendel,dan bandel adalah suatu susunan yang terkait satu sama
lain.atau bisa dikatakan suatu komponan yang saling bersangkutan.selain
kata-kata diatas ada satu lagi yaitu “
nang,ning,nung,nang “ dalam kata
tersebut tersirat suatu makna yang dalam .mungkin terdengar suatu lantunan
seperti musik.namun jika ditelisik dan dipelajari lebih dalam kata tersebut
bermakna akal,pikiran ,hasrat dan syhawat dan dinyakini bapak dosen saya kata
tersebut kelihatannya berkiblat pada kata “ kun fa yakun “ dan
dilihat dari berbagai sudut.dan filsafat kata tersebut juga bisa dirasakan di
musik gamelan atau salah satu alat musik jawa yaitu bonang.yang memiliki rasa
ketenangan dalam jiwa .jika mendengarnya.belajar mengenai ketenangan hati .kita
bisa membaca cerita tentang nabi syueb dan nabi nuh yang mengajarkan tentang
keteguhan dan ketenangan hati pada manusia. Yaitu ketika nabi nuh bertemu
anjing dijalan yang kondisinya sangat – sangat buruk atau bisa dikatakan sangat
memperhatikan.ketika itu nabi nuh mengobrol dengan anjing tersebut.mengapa kamu
sangat buruk dan kondisimu sangat jelek tutur nabi nuh lalu si anjing menjawab
” hai nabi allah kamu menghina aku atau
yang menciptakanku “ seketika itu nabi nuh merasa sedih yang sangat dalam
sampai mengeluarkan air mata yang sangat dalam dan dari itu lah kita bisa
belajar tentang ketenangan hati.
Terimakasih
Laman
terkait :
Komentar
Posting Komentar